Dianiaya Suami di Kafe, Istri Lapor Polisi

0
84

Situbondo, Motim. Aksi dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Situbondo. Kali ini yang menjadi korbannya adalah Unawati (31). Dalam laporannya di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) polres Situbondo, warga Dusun Ardani, Rt 07 Rw 01, Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan ini mengaku dianiaya suaminya berinisial EY (31) di salah satu kafe di Kecamatan Panarukan.

Tak terima  diperlakukan kasar oleh suaminya itu, korban yang menderita luka lebam di pelipis dan diatas telinganya akibat pukulan tangan kosong terlapor, langsung memilih penyelesaian melalui proses hukum.

Keterangan Memo Timur menyebutkan, bahwa peristiwa KDRT itu terjadi sekitar pukul 16.30 sore. Namun, sebelumnya antara korban dan terlapor memang sudah terjadi perselisihan di rumahnya, hingga terlapor tanpa pamit langsung meninggalkan rumah, dan mendatangi sebuah kafe di Panarukan. Mendapat informasi, suaminya sedang pesta miras di sebuah kafe, korban langsung menyusul dengan diantar oleh kerabatnya.

Nah saat itulah, sesampainya di kafe kembali terjadi perang mulut antara korban dan terlapor. Diduga tidak dapat menahan emosinya, terlapor dengan menggunakan tangan kosong memukul dan mengenai dahi kiri serta bagian atas telinga korban hingga mengalami bengkak. Tak hanya itu telunjuk tangan korban diduga untuk menangkis, juga dipelitir hingga merasa kesakitan.

“Dia (terlapor-red) enak-enakan pesta miras dengan temannya. Saya nyusul cuma mau minta uang dan hp yang diambil di counter. Dia langsung mukul, tangan saya dipelintir,” kata Unawati.

Kasubag Humas polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo, Kamis (30/3), membenarkan adanya laporan KDRT yang masuk ke kantornya. ”Laporannya sudah kita terima, sekarang kasusnya masih didalami oleh unit  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim polres Situbondo, dengan meminta keterangan saksi-saksi,”katanya.(gik)

NO COMMENTS