Sebulan, Berkas OTT Pungli PTSL Dilimpahkan

0
82

Situbondo, Motim. Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang menjerat seorang oknum Kepala Desa (Kades), benar-benar dilakukan secara maraton. Penyidik bahkan telah merampungkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oknum Kades, hanya dalam tempo sekitar satu bulan.

Bahkan, baru-baru ini, BAP Kades Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, yang terkena operasi tangan tangan (OTT) itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo. Kades berinisial AH itu diduga melakukan pungli dari warganya yang menjadi pemohon PTSL di desanya. Atas perbuatannya tersebut, Kades dijerat dengan pasal 12 (e) dan pasal 11 UU 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Berkas OTT dugaan pungli yang Kades Kedunglo sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Tapi ini baru pelimpahan tahap pertama,” kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo, Kamis (30/3).

Dengan begitu, papar Nanang, saat ini penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Situbondo tinggal menunggu hasil koreksi jaksa terhadap BAP tersebut. Jika ada yang dianggap kurang, sambung dia, penyidik tentu selalu siap untuk melengkapi, sesuai petunjuk jaksa.

“Jaksa memiliki waktu 14 hari untuk melakukan koreksi atau meneliti BAP tersebut, sebelum menentukan apakah BAP itu sudah bisa dinyatakan rampung atau masih ada yang kurang,” papar mantan Kanit Tipikor Polres Situbondo itu.

Setelah merampungkan BAP Kades Kedunglo, kini penyidik Unit Tipikor juga tengah merampungkan BAP oknum lurah yang terkena OTT dugaan pungli pengurusan akta jual beli tanah. Menurut Iptu Nanang, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi terhadap kasus dugaan pungli yang menyeret oknum Lurah Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, berinisial ZI.

“Untuk yang penanganan kasus oknum lurah itu, sampai sekarang masih pemberkasan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” tandas Nanang.

Seperti diketahui, Kades Kedunglo dan Lurah Ardirejo itu sama-sama terkena OTT Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Situbondo. Keduanya tertangkap di kantornya masing-masing, dalam waktu yang berbeda. Keduanya terkena OTT setelah diduga melakukan pungli. Kades Kedunglo diduga pungli program PTSL, sementara Lurah Ardirejo diduga melakukan pungli pengurusan akta jual beli tanah. Dari tangan keduanya, polisi menyita sejumlah uang yang diduga hasil dari pungutan liar. (zal)

NO COMMENTS