Tamu Hotel Tomiharini Tewas di Kamar

0
385

Jember, Motim. Seorang tamu hotel Tomiharini di Jl. Brawijaya 82 – 84, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, ditemukan tewas di dalam kamarnya, Rabu (29/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban meninggal adalah seorang laki-laki bernama Drs. H Syafrizal Effendi (68) warga Villa Cipendawa Blok C 12 Nomor 6, Pacet Cianjur, Jawa Barat.

            Informasi di lapangan, korban menginap di hotel itu sejak hari Senin (27/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban cek in hanya seorang diri. Selama beberapa hari menginap di hotel itu, sikap korban wajar-wajar saja. Bahkan, korban tidak menunjukkan gejala sakit dan sering keluar kamar.

            Pada saat kejadian, karyawan hotel melihat kamar nomor 26 yang ditempati korban, pintunya terbuka. Sementara korban, terlihat selonjoran di atas kasur dengan posisi duduk bersandar menghadap tv yang masih menyala. Beberapa kali karyawan melintas di depan kamar itu, posisi korban tetap tidak berubah.

            Karena curiga, karyawan ini mengabarkan kejadian itu kepada karyawan yang lain. Akhirnya, beberapa karyawan langsung mendatangi kamar itu. Korbanpun dibangunkan dan tidak ada respon. Setelah dicek, ternyata korban diketahui sudah meninggal dunia. Saat itu juga, para karyawan melaporkan kejadian itu ke pihak hotel.

            Selanjutnya, pihak hotel meneruskan laporan itu ke Polsek Sukorambi. Tak lama berselang, petugas Polsek bersama Tim Identifikasi Polres Jember, datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah itu, mayat korban dievakausi dan dibawa ke RSD dr Soebandi Jember.

            Menurut Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiono, dari lokasi pihaknya mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya dompet warna hitam berisi KTP korban, 2 Hp Nokia, berbagai macam obat berikut satu bungkus obat-obatan berisi resep Apotek Aida Jember. “Selain itu, ada bekas obat yang diduga kuat habis dikonsumsi korban, yakni Komix dan Gent Viber, itu juga kita amankan,” ungkap Ribut.

            Dari hasil visum yang dilakukan pihaknya bersama petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan di tubuh korban. “Kita masih menyelidiki, apakah korban meninggal karena sakit, atau karena mengkonsumsi obat, atau faktor yang lain,” urai Ribut. Pihaknya masih menunggu keluarga korban, sekaligus meminta persetujuan untuk dilakukan otopsi. (sp)

NO COMMENTS