Tim Saber Pungli Beri Sosialisasi ke Diskoperndag

0
100

Bondowoso, Motim. Untuk menghindari jeratan pidana akibat pungutan liar (pungli) Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bondowoso, khususnya di bidang Pasar, mengundang Tim Saber Pungli untuk memberikan sosialisasi.

            Sosialisasi dihadiri oleh Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Bondowoso, Hadi Marsudiono,SH, MH, dan Kanit Tipikor Polres Bondowoso, Aiptu Suprapto. Kadis Kominfo, Haeriah Yulianti, para Kepala Bidang, ketua paguyuban pasar dan sejumlah pedagang pasar di Bondowoso.

Acara digelar di Aula Diskoperindag, kemarin. Kepala Dinas Koperindag H.Bambang Sukwanto, mengatakan, tidak ada lagi alasan petugas di jajaran Diskoperindag khususnya petugas UPT pasar memberikan pelayanan dengan disertai pungli.

 “Karena memungut bayaran diluar ketentuan pada masyarakat merupakan bentuk pelayanan yang melanggar hukum dan Perda,” kata Bambang Sukwanto, Jum’at (31/03).

            Bambang mengingatkan kepada seluruh jajaran Dinas Koperindag khususnya yang langsung melakukan pelayanan pada masyarakat, harus meninggalkan budaya mencari kaya pada setiap pelayanan yang diberikan pada masyarakat.

“Kita sebagai pelayan masyarakat hanya diamanahkan untuk merubah budaya pungli ini oleh negara. Apalagi yang diterima pegawai selain gaji ada tunjangan rutin yang kita terima setiap bulannya,” tegasnya.

            Bambang juga menegaskan, peran serta para ketua paguyuban pasar untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terkait nilai retribusi yang harus dibayar oleh para pedagang harus sesuai denga Perda, sehingga tidak ada lagi pungli yang dilarang oleh peraturan dan perundangan.

            “Ini sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat tidak lagi dibebani tambahan biaya yang merugikan mereka, kita sebagai pelayan masyarakat bukan untuk mencekik lewat pungli, tapi untuk mensejahterakan masayarakat dengan memberikan kemudahan palayanan,” katanya.

            Selain itu, untuk menghindari tambahan biaya, Diskoperindag berencana menggandeng provider untuk dibuatkan aplikasi online, tujuannya, kata Bambang, untuk memudahkan mayarakat berbelanja, karena selain prosesnya lebih cepat, dengan berbelanja melalui aplikasi ini harganya juga murah dan barang yang dipesan akan diantar ke tempat pemesan.

            “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, program yang saya rintis ini segera bisa dilaksanakan, sambil menunggu aplikasi yang kita buat selesai,” imbuhnya.

            Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Bondowoso, Hadi Marsudiono, menyambut baik upaya Kepala Diskoperindag yang telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pegawai dilingkungan Diskoperindag, dengan manfaatkan sosialisasi Saber pungli ini, dapat menjadikan pintu masuk untuk mensejahterakan masyarakat.

            “Kami minta kepada seluruh pegawai Diskoperindag yang kebetulan memang posisinya mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat untuk tidak membebani mereka dengan pungli,” katanya.

Dengan dilaksanakan sosialisasi saber pungli ini, kata Hadi,  harapannya bisa memberikan pencerahan untuk menguatkan langkah tim Saber Pungli sebagai lembaga hukum yang dapat memotivasi kepada masyarakat.

“Sosialisai ini pula dalam rangka mencegah agar tidak lagi terjadi pungli yang merugikan masyarakat Bondowoso,” ujarnya.(her)

NO COMMENTS