Dinas Pertanian Optimalkan Program Pertanian Organik

0
155

Bondowoso, Motim. Sejak mulai dilantik menjadi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, H.Munandar terus melakukan serangkaian kegiatan, baik di lingkup kantor maupun di lapangan. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan kinerja dengan bawahan maupun dengan masyarakat petani.

Dia mengungkapkan, sebagai abdi masyarakat, pihaknya akan berupaya untuk mensejahterakan para petani, lewat program yang dicanangkan oleh kepala Dinas sebelumnya, termasuk program Pertanian organik yang menjadi andalan Bupati Bondowoso.

“Program Bondowoso Pertanian Organik (Botanik) yang digagas oleh Bapak Bupati sejak tahun 2008 ini, akan terus kita tingkatkan, agar Bondowoso benar-benar menjadi Botanik,” kata Munandar.

Menurutnya, Botanik tidak hanya pada pertanian padi, tapi Dinas Pertanian sudah bergeser ke pertanian holticutura organik, apalagi sebelumnya Plt. Kadis Pertanian, H.Karna Suswandi, telah menggagas Kabupaten Bondowoso menjadi serambi organik.

“Tentu ide dari Pak Karna Suswandi, akan kita lanjutkan. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan kegiatan itu menjadi lebih baik dan berkesinambungan,” ujarnya.

Namun, program Botanik ini tidak lepas daari dukungan dari semua pihak yang terkait, terlebih kepada petugas penyuluh lapang (PPL), karena mereka sangat berperan dalam mensukseskan pembangunan pertanian. Sebab, PPL yang berintraksi langsung dengan masyarakat petani.

“Oleh karena itu, kita akan mendorong semua PPL agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan para kelompok tani di Bondowoso,” tegasnya.

Disamping itu, PPL menjadi ujung tombak dilapangan, sehingga sepak terjang PPL juga menjadi penentu suksesnya semua program pertanian. “Dan saya minta kepada para PPL untuk lebih optimal turun ke petani,” tegasnya.

Ketika ditanya tentang banyaknya petani yang gagal panen, Munandar mengaku, beberapa bulan terakhir ini banyak petani yang gagal panen, hal itu disebabkan oleh tingginya curah hujan yang siang malam turun, sehingga mengakibatkan pertanian banyak rusak.

“Kalau tanaman terus dipapar hujan siang dan malam. Maka, tanaman itu akan rentan dengan penyakit, baik itu padi, palawija dan tanaman hoticutura lainnya,” kata mantan PPL ini.

Namun, pada musim tanam nanti, Dinas Pertanian akan mengoptimal tanaman yang produktif, termasuk salah satunya tanaman yang serba organik, keran tanaman organik tahan dengan hama. Berbeda dengan tanaman yang mengandung kimia yang selalu diserang hama, baik itu tanaman padi maupun tanaman holticutura.

“Saya memastikan, kalau semua petani menanam tanaman organik, maka keuntungannya tidak hanya kepada produksi, tapi akan berdampak kepada tanahnya yang akan menjadi subur,” imbuhnya. (her)

NO COMMENTS