Rp 1,9 M untuk Janda Miskin

0
207

Blitar, Motim. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar akan menyalurkan bantuan Rp 1.901.623.000 untuk warga rentang miskin dan janda miskin. Bantuan ini merupakan program Jalan Lain Menuju Mandiri Dan Sejahtera (Jalin Mantra) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang disosialisasikan kepada Camat, Kasi PMD, Kepala Desa, BKD, PKK Desa, SKPD Terkait, dan Direktur BUMDEs, di Rumah Makan Bengawan Solo, Selasa (04/04).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar Mujianto mengatakan, ada tiga kualifikasi warga yang mendapatkan bantuan Jalin Mantra ini, yakni Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (BRTSM), Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), dan Penanggulangan Kerentangan Kemiskinan (PK2). “Kabupaten Blitar hanya mendapatkan bantuan untuk dua kategori yakni PKF dan PK2,” katanya.

“Ini yang menentukan kategori dan warga yang mendapatkan bantuan pemerintah provinsi, yang sudah melakukan sensus terlebih dahulu. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa hanya menyalurkan pada Desa yang menerima,” ujarnya, usai acara

Mantan Kepala Kesbangpol Kabupaten Blitar ini mengatakan, untuk Kabupaten Blitar ada 24 desa dari sembilan kecamatan yang masuk dalam kategori PKF. Sementara untuk kategori PK2 ada Sembilan desa dari enam kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. “Desa-desa yang ditunjuk mendapatkan bantuan Jalin Mantra ini juga sudah ditentukan oleh Pemprov Jatim,” tegas Mujianto.

Ia menjelaskan, bahwa PKF ini diperuntukkan kepala rumah tangga perempuan, seperti janda dan ibu rumah tangga yang sudah ditinggal oleh suaminya bertahun-tahun tanpa kabar. bahkan penerima manfaat Jalin Mantra ini juga dipilih kepala rumah tangga yang masih produktif. Diharapkan bantuan ini nantinya dapat dikembangkan, sehingga keluarga lebih sejahtera. “Bantuanay tidak berupa uang tunai, namun berupa alat untuk mengembangkan kreatifitasnya, sehingga lebih mendidik,” ujarnya

Sementara,untuk PK2 diperuntukkan bagi warga yang warga yang terancam miskin, karena disebabkan oleh beberapa hal, contohnya seperti kenaikan tarif dasar listrik atau kenaikan harga BBM. Untuk PK2 ini, tidak harus kepala rumah tangga perempuan, namun juga laki-laki. Untuk Pk2 ini, secara teknis berkerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk menyalurkan bantuan berupa permodalan. Untuk desa-desa yang mendapatkan bantuan Jalin Mantra ini, untuk warga yang mendapatkan bantuan nanti akan ditentukan oleh pihak desa melalui rembuk desa. “Bisa saja daftarnya PFK dan PK2 banyak, namun anggaranya tidak cukup, maka akan ditentukan desa melalui rembuk desa,” tandasnya.

Meski demikian, Mujianto menegaskan bahwa anggaran bantuan Jalin Mantra ini disalurkan seluruhnya untuk warga, namun juga untuk operasional lain. Ia menjabarkan untuk bantuan langsung masyarakat yakni Rp 1.567.500.000, untuk Biaya Operasional Desa Rp 273.750.000, dan untuk honor pendamping Jalin Mantra desa yakni, Rp 60.375.000

Berdasarkan data yang dikirim oleh Pemprov untuk kecamatan di Kabupaten Blitar yang mendapatkan PFK dan PK2 yakni, Kecamatan Bakung dua desa, Kecamatan Sutojayan satu desa, Kecamatan Kademangan tiga desa, Kecamatan Kesamben tiga desa, Kecamatan Selorejo tiga desa, Kecamatan Doko satu desa, Kecamatan Ponggok lima desa,  Kecamatan Wonodadi dua desa, Kecamatan Udanawu satu desa, Kecamatan Nglegok satu desa, Kecamatan Sanankulon dua desa, Kecamatan Selopuro satu desa, dan Kecamatan Srengat dua desa.(adv/sutarto)

 

NO COMMENTS